Itu kakek-kakek dari mana sih..
Pada suatu mimpi, saya mengunjungi sebuah tempat. Menurut cerita, tempat itu sangat asri dan penduduknya hidup dengan cara sederhana.Maka pergilah saya ke sana, dengan alasan saya pingin tau cerita itu bener apa enggak. Lalu salah satu penduduk (yang rumahnya saya tumpangi) bilang "Oh, iya memang. Tapi sekarang aga beda, soalnya negara A (saya ga inget namanya) sekarang datang membantu kita."
Intinya sih, awalnya desa ini sederhana pisan. Mungkin karena toh tempat itu masih asri dan subur banget jadi mereka pake cara yang sangat amat tradisional (kalo bukan primitif) aja masih bisa idup. Lalu sekarang mereka jadi lebih maju berkat bantuan si negara A ini. Cuma ya.. Alamnya jadi ga sebagus dulu lagi sih..
Suatu hari, saya menyadari ada hal yang aneh di kampung ini. Semua orang sepertinya berusaha banget melakukan yang terbaik bagi negara A. Alesannya karena mereka merasa udah berhutang budi, negara A udah berbuat banyak pada mereka. Makin lama kondisi makin aneh karena mereka seakan-akan mengutamakan negara A di atas kepentingan yang lainnya sampe-sampe pas mereka udah kepepet dan susah makan masih mikirin gimana membalas budi negara A.
Akhirnya, seorang anak muda menyadari keanehan ini. Dia mulai ngomong ke seluruh orang kampung tentang harusnya mereka ga segitunya sama negara A ini, tentang kondisi mereka yang udah makin buruk, apa yang mereka harusnya lakukan. Si anak muda ini bahkan mikir, jangan-jangan ini akal-akalannya si negara A aja.
Reaksi negara A? "Kalian ini! Udah kami jadiin maju, kenapa sikap kalian malah begini?! Dasar ga tau terima kasih!" dan negara A semakin menekan desa ini untuk tetap membalas budi dan memberlakukan hukuman bagi orang-orang yang meragukan "usaha balas budi" ini.
Awalnya seluruh penduduk desa bete berat sama si anak muda ini, karena idup mereka makin susah aja, mendingan nurut yang penting bisa idup. Tapi lama-lama mereka mikir juga, apa negara A ini bener-bener bermaksud baik dan layak mendapat balas budi? Buktinya sekarang mereka melarat dan susah makan dan masih dituntut balas budi pula.
maka penduduk desa itu sekarang merencanakan pemberontakan, sampe-sampe saya yang cuma turis diajak ikutan. Pada saat itu juga muncul turis lainnya, seorang kakek-kakek tua super santai yang dengan tenangnya bilang "Wah, ada apa ini? Saya ikut bantu boleh?" dan berhubung mereka perlu orang sebanyak mungkin, dibawalah si kakek itu.
Akhirnya tibalah hari H pemberontakan. Tentu saja penduduk desa carut marut yang makannya susah kalah sama pasukan negara A yang makin makmur, tapi mereka menang karena ternyata si kakek santai adalah druid level tinggi yang bisa.. Well, mendadak gempa, air bah membanjiri seluruh tempat, untungnya di deket-deket situ ga ada gunung berapi. Negara A langsung mundur dan pergi dari tempat itu. Dalam sekejab desa itu asri kembali berkat kekuatan si kakek santai yang langsung pergi ngeluyur entah ke mana.
Selesai.
saya setengah mati nginget mimpi ini karena setelah itu saya mimpi yang lain lagi. Mimpi berikutnya mah ga seru, cuma saya tiba2 pindah kosan dan punya tetangga suami istri kaya (paling enggak menurut pengakuan istrinya yang snob) yang entah kenapa nyewa kamar di sebelah kos2an mahasiswi.
Tetangga aneh yang pertama kali ditemukan sedang tidur bugil di dalam bathtub berdua. Kalo mau begituan di kamar mandi mbok pintunya dikunci, saya kira ada orang ngumpetin mayat di bathtub.
Dan kenapa pula tiba-tiba saya miara ayam?? Ayam-ayam bulat gemuk dengan bulu tebal fluffy pula..
Labels: desa, penindasan, penyihir

0 Comments:
Post a Comment
<< Home