A Girl and Her Tower
Saya mimpi saya pergi ke suatu kota. Kota itu aman, damai, tentram, isinya kebanyakan perumahan dan satu-satunya yang istimewa tentang kota itu adalah keberadaan sebuah menara tua besar yng misterius yang selalu dijaga seorang cewek.
Semua orang bilang, menara itu pasti ada apa-apanya sampe dijaga seperti itu. Ada yang bilang isinya harta karun, ada yang bilang isinya ilmu-ilmu rahasia, ada yang bilang isinya bisa bikin kita sakti kuat mandraguna dan masih banyak lagi. Beberapa orang mencoba untuk mengetahui isi menara itu dan mencari berbagai cara untuk melakukannya.
Tapi kenyataannya biarpun mereka merasa punya sesuatu yang bisa mengungkap rahasia menara itu, ga ada satupun yang berani mendekatinya karena menara itu dijaga oleh seorang cewek sakti yang bakal mengusir siapapun yang berani mendekati menara itu, biarpun orang yang mendekati cuma anak-anak yang bolanya nyasar ke sana sekalipun.
Ada satu orang yang bilang ke saya, biarin aja, ga usah dideketin itu menara. Leave the tower alone.
Saya penasaran, saya datang, saya lihat, saya tewas. Pantes aja biar orang-orang katanya kuat lah, punya alat canggih lah, ni cewek sekali nombak bikin orang setengah mampus.
Nah, pas saya pingsan ga tau kenapa saya justru malah bisa ngeliat isi menara ini.
Ruangan pertama, yang paling atas, isinya cuma putih doang, tapi terasa kalo masih dalam ruangan tertutup. Di sana ada seseorang yang tampak agung, seperti memiliki segala macam pengetahuan kesaktian kebijakan dan semua hal-hal yang dianggap "baik", "sakti" apapunlah. Tetapi dia ga mau keluar, karena dia ga mau "dikotori" oleh dunia luar. Katanya, di tempat ini dia lebih bebas berpikir tanpa diganggu hal-hal yng dianggapnya buruk.
Ruangan kedua merah darah, seperti bukan di dalam ruangan, malah seperti medan peperangan tanpa batas. Darah di mana-mana, api di mana-mana dan ada seseorang yang bisa dibilang kebalikan orang yang di ruangan pertama. Orang ini pinginnya berbuat jahat terus, ingin menganiaya orang, ingin merampas apa yang bukan miliknya, pokoknya semua hal yang dianggap "jahat". Yang ini biarpun ruangannya seperti ga berbatas, dia malah merasa terkurung karena "Ga ada orang yang bisa dijahatin"
Ruangan ketiga.. Ruangannya sih normal, tampak ada dinding, lantai, langit-langit, bahkan ada jendelanya. Tapi ruangannya kotor, bau anyir dan ada noda darah di mana-mana. Ruangan itu kosong, tetapi kerasa ada sesuatu yang punya hasrat.. Err, kurang lebih isinya makan, kawin, tidur, makan, kawin, tidur doang. Kira-kira isinya cuma insting-insting dasar doang itu ruangan.
Ruangan keempat yang paling serem. Isinya gelap doang, ga keliatan apa-apa kayak dikubur idup-idup. Ga ada suara apa-apa, ga kerasa ada apa-apa kecuali ketakutan dan rasa sakit, tapi amit-amit rasanya sampe-sampe saya kebangun dari pingsan.
Waktu saya bangun, saya ditemani oleh orang yang ngebilangin saya untuk ga deket-deket menara itu. Saya ceritain apa yang saya liat, lalu dia cerita tentang asal-usul menara itu.
Jadi dulunya, ada cewek yang benci banget sama manusia. Menurutnya, manusia itu ga sempurna, banyak kejelekannya, banyak cacatnya dan sebenernya ga jauh beda sama binatang. Karena itu ia ingin menjadi sesuatu yang melebihi manusia, sesuatu yang tanpa kejahatan, tanpa nafsu, tanpa batasan-batasan bla bla bla..
Akhirnya cewek ini membangun menara dan membagi dirinya ke dalam 4 ruangan. Ruangan pertama menjadi tempat untuk dirinya yang "sempurna", tanpa cacat, tanpa batasan. Agak ironis karena ruangan itu justru yang bentuknya terbatas.
Ruangan kedua adalah tempat dia menaruh segala "kejahatan" dirinya, segala yang dia anggap menodai "kesucian"nya dan membuatnya "tidak sempurna".
Ruangan ketiga adalah tempat dia menaruh segala nafsu dasarnya, yand dia anggap membuat manusia ga beda dengan binatang. Dia menaruh segala nafsu seperti nafsu untuk makan dan bertahan hidup, nafsu untuk berkembang biak dan sebagainya.
Ruangan keempat adalah tempat dia menaruh segala hal yan berhubungan dengan badannya. Ia menganggap yang membuat manusia tidak sempurna adalah mereka dibatasi badan mereka, yang bisa sakit, menjadi tua dan mati membusuk.
Menurut orang ini, cewek ini juga membagi dirinya menjadi bentuk kelima, yaitu cewek yang sampai sekarang menjaga menaranya. Menurut orang ini juga, si cewek penjaga ini adalah wujudnya yang paling kuat, paling mirip dengan wujud awalnya yang dibentuk oleh rasa takut terhadap manusia. Dia tidak ingin menjadi manusia, dia menganggap manusia cacat lah, busuk lah, tetapi ia takut pada manusia. Ketakutannya sangat besar sampai-sampai hanya bagian dari dirinya ini bisa memiliki badan fisik yang ga cuma utuh, tapi cukup sakti untuk menghajar siapapun yang mendekati menaranya.
Lucunya, ga pernah ada cerita orang mati gara-gara digebuk cewek ini.
Karena itu orang ini bilang, biarin aja ini menara apa adanya. Biarin aja orang-orang berharap-harap tentang isi menara itu.. Orang ini tau bener, semua orang di kota ini biarpun penasaran, sebenernya bahagia-bahagia aja tanpa harus tau tentang isi menara itu.
Setelah bangun agak curiga juga, sebenernya ni orang yang nolongin saya jangan-jangan cukup sering ngedatengin itu menara, selalu digebuk sampe setengah mampus dan rohnya selalu lepas dan jalan-jalan masuk ke menara. Mungkin dia cukup sering melakukannya sampe bisa tau sedetil itu, mungkin dia memang sama tuanya sama menara itu..

0 Comments:
Post a Comment
<< Home