Once Upon a Dream 
A dream journal by Yamineco 

Monday, September 27, 2010

So Called Politeness

Di mimpi kali ini saya bisa mengendarai motor. Saya bahkan berteman dengan seorang biker perempuan yang mengajarkan saya banyak hal. Kami berkeliling ke banyak tempat dengan sepeda motor kami.

Sampai seorang polisi muda mencegat kami berdua. Dia memperingati kami karena katanya kami tidak sopan. Kami bingung karena dia bahkan tidak memeriksa SIM dan STNK kami (motor saya belum ada STNKnya) atau mempersoalkan helm kami (jelas bukan SNI). Setelah itu kami bingung saja membincangkan hal ga sopan apa sih yang baru kami lakukan karena kami berbicara dengan bahasa sopan (berhubung baru kenal), memakai pakaian sopan tertutup (berhubung ga kau masuk angin) dan bahkan tidak nyelip-nyelip di jalanan.

Di lain waktu, saya pergi dengan motor lagi. Kali ini saya janjian dengan seorang teman yang lain. Kali ini apes saya ketemu lagi sama si polisi muda yang kali ini memutuskan untuk menangkap saya.

Lagi-lagi, karena katanya saya tidak sopan. Jadi sesopan mungkin saya meminta penjelasan pada dia, apakah sikap saya ada yang menyalahi aturan yang saya tidak tahu atau saya tidak sengaja pake celana yang bolong di pantat atau sejenisnya. Si polisi malah diam, memberi tatapan seakan-akan saya goblok tidak menyadari apa kesalahan saya dan saya tidak seharusnya bertanya-tanya seperti itu pada dia.

Dan saya malah dibawa ke rumahnya. Di rumahnya dia menjelaskan bahwa saya "tidak sopan" karena menurut dia perempuan seharusnya diam di rumah, memakai rok, berlaku feminin, melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga dan menurut sepenuhnya pada laki-laki tanpa banyak tanya. Setelah dia ceramah panjang dia bilang bakal "mengajarkan" saya supaya saya menjadi "wanita yang sopan".

Saya nyaris melempar motor saya ketika kawannya sesama polisi datang. Si polisi muda ini seneng banget, dikiranya dia bakal punya teman untuk "memplonco" saya, tapi si polisi lain ini malah mengeluarkan pisau daging besar, mengajak si polisi muda ini ke dapur.. Lalu terdengar suara daging dan tulang dipotong dan teriakan si polisi muda.

Waktu saya intip, si polisi muda sudah dalam keadaan mati shock di dinding dengan tangan dan kaki telah terpotong potong. Si polisi mutilasi menghampiri saya saya dan bilang "Jangan bilang yang lain yah. Yuk kita pergi." Dan kami pun pergi dari rumah polisi muda yang telah termutilasi itu.

Selesai.

..Ah, mimpi.. Tau aja obsesi saya buat mencacah-cacah orang sexist..

Labels: ,

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

Blog ini tempat saya mengabadikan cerita-cerita mimpi saya yang kadang aneh, kira-kira semacam diary mimpi begitulah.. Siapa tahu memang ada artinya (tapi jangan lupa, arti mimpi setiap orang bisa berbeda), bisa jadi inspirasi (asal tidak menjiplak mentah-mentah), atau paling tidak untuk penghibur di kala bosan..

My Photo
Name:
Location: Bandung, Indonesia

Saya hanya seorang pemimpi.. Alias tukang tidur. Jam tidurnya pun ga pernah bener.. Kalo ga lagi tidur pasti kerjaannya kalo nggak ngegosip, ngutuk-ngutuk orang, ato nyorat nyoret pake cat aer macem anak teka..

Yami's Other Sites

Previous Posts

Archive

February 2009
April 2009
May 2009
June 2009
July 2009
August 2009
September 2009
October 2009
November 2009
December 2009
January 2010
February 2010
March 2010
April 2010
May 2010
June 2010
July 2010
August 2010
September 2010
October 2010
November 2010
December 2010
January 2011

Yami's Friends

Powered by Blogger, Photobucket and DeviantArt.

Art & Layout by Yamineco.