Balada Air
Pada jaman dahulu kala, hiduplah seekor kucing yang tinggal di wilayah yang kekurangan air. Ia sering kehausan dan kepanasan karena di tempat ia tinggal sulit sekali mencari air bersih.Sampai akhirnya seorang pedagang datang. Sang kucing menghampiri si pedagang dan bertanya, "Wahai bapak pedagang yang baik, apakah bapak punya air? Saya kehausan dan di sini sulit sekali mendapatkan air bersih."
Sang pedagang menjawab, "Aku menjual berbagai macam hal. Dari perkakas, makanan, impian, inspirasi, kebahagiaan pun saya jual."
"Aku ingin sekali membeli air, Bapak Pedagang." kata kucing itu lagi, "Tapi aku hanya kucing, aku tak punya uang."
"Bukan masalah." Kata si pedagang, "Pulanglah dulu ke rumahmu, nanti kau akan langsung mendapatkan airmu di sana."
Lalu sang kucing pulang. Tetapi yang menyambutnya bukanlah kendi atau wadah lain yang berisi air, melainkan hujan badai.
Sang kucing terdiam di bawah siraman hujan, tidak tahu harus marah atau berterima kasih karena ia langsung mendapatkan airnya di atas kepalanya, membasahi seluruh tubuh mungilnya.
FIN
(ini bukan mimpi, ini khayalan imbas krisis air di kala musim hujan. Air ledeng di tempat kami sempat keruh, jadi..)
Labels: dongeng, kucing, original story, pedagang

0 Comments:
Post a Comment
<< Home