Warung di Pertigaan
Di pertigaan itu, di sore hari terutama ketika sedang hujan, selalu muncul warung kecil berwarna hitam. Menurut orang-orang sekitar, warung itu selalu muncul begitu saja di saat hujan lagi deras-derasnya.
Orang-orang di sekitar tidak pernah mengunjungi warung itu, karena katanya warung itu hanya untuk orang-orang yang benar-benar membutuhkannya saja. Toh warung itu juga tidak pernah terlihat ada orangnya.
Banyak juga terdengar cerita bahwa warung itu juga suka muncul di malam hari atau di pagi buta, tetapi dengan wujud yang berbeda. Ada yang melihatnya seperti warung tenda, ada yang melihat restoran mewah, ada juga yang melihatnya sebagai hotel bintang lima, atau bahkan rumah bordil. Orang-orang sekitar bilang, itu karena yang biasa melihatnya di kala selain sore berhujan adalah pengembara kelaparan atau orang-orang tersesat yang kelelahan.
Yang sama adalah segalanya tetap serba berwarna hitam. Di dalamnya hangat, hanya diterangi cahaya lilin dan tidak terdengar suara apapun dari luar tempat itu walaupun tempat itu didatangi di tengah-tengah badai sekalipun. Tempat itu dijaga seseorang yang bersuara halus, yang selalu menyapa satu-satunya pengunjung (dan hampir selalu hanya satu) dengan ramah, menawarkan makanan, minuman atau tempat bermalam. Ia selalu sanggup menyediakan segala jenis hidangan yang diinginkan pengunjung, dan selalu menyelimuti pengunjung yang tertidur karena kelelahan.
Yang tertidur di sana, selalu terbangun di tengah pertigaan itu ketika cuaca sudah cerah dan terang. Dan warung itu sudah tidak terlihat lagi.
Menurut orang-orang di sana, warung itu milik seorang shapeshifter. Ia tahu sebagai shapeshifter berarti ia tidak akan dipercaya banyak orang, sehingga ia membuat warung khusus orang-orang kepepet itu.
Orang-orang di sekitar tidak pernah mengunjungi warung itu, karena katanya warung itu hanya untuk orang-orang yang benar-benar membutuhkannya saja. Toh warung itu juga tidak pernah terlihat ada orangnya.
Banyak juga terdengar cerita bahwa warung itu juga suka muncul di malam hari atau di pagi buta, tetapi dengan wujud yang berbeda. Ada yang melihatnya seperti warung tenda, ada yang melihat restoran mewah, ada juga yang melihatnya sebagai hotel bintang lima, atau bahkan rumah bordil. Orang-orang sekitar bilang, itu karena yang biasa melihatnya di kala selain sore berhujan adalah pengembara kelaparan atau orang-orang tersesat yang kelelahan.
Yang sama adalah segalanya tetap serba berwarna hitam. Di dalamnya hangat, hanya diterangi cahaya lilin dan tidak terdengar suara apapun dari luar tempat itu walaupun tempat itu didatangi di tengah-tengah badai sekalipun. Tempat itu dijaga seseorang yang bersuara halus, yang selalu menyapa satu-satunya pengunjung (dan hampir selalu hanya satu) dengan ramah, menawarkan makanan, minuman atau tempat bermalam. Ia selalu sanggup menyediakan segala jenis hidangan yang diinginkan pengunjung, dan selalu menyelimuti pengunjung yang tertidur karena kelelahan.
Yang tertidur di sana, selalu terbangun di tengah pertigaan itu ketika cuaca sudah cerah dan terang. Dan warung itu sudah tidak terlihat lagi.
Menurut orang-orang di sana, warung itu milik seorang shapeshifter. Ia tahu sebagai shapeshifter berarti ia tidak akan dipercaya banyak orang, sehingga ia membuat warung khusus orang-orang kepepet itu.
Labels: dunia, entitas misterius, pattern, penampakan, penginapan, ras bukan manusia

0 Comments:
Post a Comment
<< Home