Of Shopping, National Treasure and Art Fair
belakangan ini saya sibuk mengurus pekerjaan jadi seringkali lupa mencatat mimpi. T_TBerikut ini adalah mimpi yang bisa saya ingat.
1. Toko segala ada
Mimpi ini singkat, tetapi mengingatkan saya tentang tempat lain yang sering muncul berkali-kali di mimpi saya.
Saya mimpi pergi ke sebuah toko tua, letaknya di dekat pusat kota Bandung. Toko ini menjual segala macam barang seperti mainan, perlengkapan craft dan alat tulis yang bersifat unik dengan harga murah.
Yaah, sayangnya tempat ini hanya ada di dalam mimpi saya saja..
(ini pasti karena saya kangen jalan-jalan ke pusat kota)
2. Harta negara
Saya mimpi saya dititipi.. Harta karun negara. Katanya saya dipercaya untuk menjaganya itu dari tangan yang salah, dan kalau bisa memberikan rumah yang baik. Mereka juga memberi saya sebagian dari harta tersebut untuk saya pakai.
Jadilah saya sibuk mengatur semua harta itu, dengan banyak bodyguard berjaga di depan rumah. Tapi ada saja orang yang masuk, memberikan penawaran-penawaran meragukan. Sampai ada satu orang yang berani melanggar privasi saya dengan menguntit saya sampai ke kamar mandi. Akhirnya saya mengusirnya keluar dan menginstruksikan supaya tidak ada orang yang boleh masuk sama sekali.
Akhirnya sebagian besar harta tersebut saya sumbangkan ke museum, harta yang menjadi hak saya saya simpan sebagian dan yang bisa saya jual (batu-batu mulia) saya jual dan uangnya saya pakai untuk renovasi rumah.
(ini pasti karena saya nonton Kala. Udah pada nonton? Menurut saya itu adalah salah satu film Indonesia yang seru. ^^)
3. Pasar Seni
Saya mimpi berada di event besar di (ex) kampus saya.. Berjualan mochi. Saya juga bingung, di mimpi saya katanya ini pasar seni tapi kok kenapa saya justru jualan makanan ya? (di pasar seni ada sih stand makanan, tapi saya kan pengrajin??)
Setelah event selesai, kami berjalan-jalan. Kami melihat stand-stand semi-permanen, yang konon dibangun karena setelah event selesai, tempat itu akan dijadikan semacam food court.
(apa?! sejak kapan kampus itu punya dana buat bikin foodcourt?!)
Lalu kami ke tempat lain di dekat situ. Entah kenapa mereka juga membangun semacam ruko (entah labtek mana yang mereka korbankan =P) untuk ruangan unit kegiatan mahasiswa. Saya memasuki satu unit, teman saya di sana bilang di sana tempatnya lebih enak karena luas dan bersih, tetapi di hari dan jam tertentu ruangan tersebut dipakai unit keagamaan. Dia juga bilang, kalau iseng boleh nongkrong di sana, mumpung sepi katanya.
Jadilah kami beristirahat di sana.. Sampai ada orang yang tak dikenal datang, tampaknya dari unit keagamaan yang dibilang teman kami, dengan gestur memaksa dia berkata pada kami "Oh gapapa Mas, Mbak, di sini aja." lalu dia beberes perlengkapan ibadah entah apa. Tiba-tiba saja dia membagikan 2 gelas kecil minuman entah apa (mirip minuman anggur perjamuan) lalu mulai berkhotbah.
Dan menurut teman kami, hari itu bukan hari giliran unit keagamaan itu. What the..
(bagian awal mimpi ini pasti sisa-sisa euphoria pasar seni.. Tapi yang terakhirnya itu apa!?
saya tidak keberatan dengan kegiatan keagamaan, tapi kalau jelas-jelas memaksa yang bukan agamanya untuk melakukannya itu kan.. -_-;)
Labels: absurd, event, harta, pasar, pattern, rumah, sekte keagamaan, toko

0 Comments:
Post a Comment
<< Home