Underground Temple and Medical Museum or Some Sort
Hari ini cerita 2 mimpi sekaligus yah, mumpung belum lupa karena yang pertama mimpi minggu lalu dan yang kedua mimpi lama yang baru keinget lagi sekarang.
Saya bermimpi menemukan sebuah gua di tengah hutan di gunung. Gua itu berdinding batu yang dipahat, seperti candi tua yang terbengkalai dan terkubur tanah (longsor) dan tanaman.
Saya memasuki gua itu dan mendapati ruangan besar dengan dinding, lantai dan langit-langit batu. Ruangan itu sangat luas, dengan langit-langit tinggi (yang harusnya tidak mungkin, kecuali saya tidak ingat menuruni tangga di mimpi saya), dindingnya dipenuhi relief dan lumut, udaranya entah kenapa terasa segar seperti udara setelah hujan reda..
Gua tersebut memiliki banyak ruangan seperti ini, disambung oleh lorong-lorong pendek menurun. Ruangan-ruangan terakhir tampak seperti ekstensi tambahan karena tampak lebih modern, mirip ruangan di rumah-rumah pada umumnya.
Ruangan tambahan itu tersambung ke sebuah rumah yang dibangun di pinggir tebing, menghadap pemandangan asri dengan suara air terjun di kejauhan.
Jadilah, keesokan harinya kami ke sana lagi. Kondisi tidak berubah kecuali pada ruangan tambahan, yang sekarang bersih dan mulai diisi perabotan. Rupanya ada teman kami yang menemukan tempat itu juga. Kami akhirnya memutuskan untuk membuat rumah itu menjadi rumah bersama kami.
Di mimpi saya yang lain, saya berjalan-jalan di tempat yang seperti taman hiburan yang terbengkalai. Masih terlihat bangunan-bangunan kayu besar tempat wahana yang gambar-gambarnya telah memudar dan catnya mengelupas, loket penjualan tiket, bangkai kerangka ferris wheel dan wahana-wahana serupa yang sudah berkarat..
Saya memasuki satu wahana tua. Pembatas antriannya masih utuh, tetapi tidak ada tanda atau tulisan apapun tentang wahana itu.
Wahana itu adalah ruangan berdinding kayu dengan cat hijau pudar. Saya melihat lemari-lemari kaca berderet, berisi model tubuh manusia. Tetapi yang mendominasi ruangan adalah display-display kaca berisi mayat tanpa kulit yang diawetkan.
Lalu mimpi saya berakhir di situ. Sejak itu saya selalu berpikir, pasti menarik kalau benar-benar ada tempat seperti itu.
Dan ternyata memang ada! Tapi berhubung yang saya temukan tidak ada yang di Indonesia (mungkin saya kurang teliti sih) saya harus sabar dengan melihat gambar-gambarnya di internet saja. Tapi itu saja sudah membuat saya senang.
Sebenarnya sudah pernah ada yang mengadakan pameran seperti ini di Indonesia, sialnya saya kelewatan, baru tahu setelah pamerannya selesai.. OTL
Saya bermimpi menemukan sebuah gua di tengah hutan di gunung. Gua itu berdinding batu yang dipahat, seperti candi tua yang terbengkalai dan terkubur tanah (longsor) dan tanaman.
Saya memasuki gua itu dan mendapati ruangan besar dengan dinding, lantai dan langit-langit batu. Ruangan itu sangat luas, dengan langit-langit tinggi (yang harusnya tidak mungkin, kecuali saya tidak ingat menuruni tangga di mimpi saya), dindingnya dipenuhi relief dan lumut, udaranya entah kenapa terasa segar seperti udara setelah hujan reda..
Gua tersebut memiliki banyak ruangan seperti ini, disambung oleh lorong-lorong pendek menurun. Ruangan-ruangan terakhir tampak seperti ekstensi tambahan karena tampak lebih modern, mirip ruangan di rumah-rumah pada umumnya.
Ruangan tambahan itu tersambung ke sebuah rumah yang dibangun di pinggir tebing, menghadap pemandangan asri dengan suara air terjun di kejauhan.
Jadilah, keesokan harinya kami ke sana lagi. Kondisi tidak berubah kecuali pada ruangan tambahan, yang sekarang bersih dan mulai diisi perabotan. Rupanya ada teman kami yang menemukan tempat itu juga. Kami akhirnya memutuskan untuk membuat rumah itu menjadi rumah bersama kami.
***
Di mimpi saya yang lain, saya berjalan-jalan di tempat yang seperti taman hiburan yang terbengkalai. Masih terlihat bangunan-bangunan kayu besar tempat wahana yang gambar-gambarnya telah memudar dan catnya mengelupas, loket penjualan tiket, bangkai kerangka ferris wheel dan wahana-wahana serupa yang sudah berkarat..
Saya memasuki satu wahana tua. Pembatas antriannya masih utuh, tetapi tidak ada tanda atau tulisan apapun tentang wahana itu.
Wahana itu adalah ruangan berdinding kayu dengan cat hijau pudar. Saya melihat lemari-lemari kaca berderet, berisi model tubuh manusia. Tetapi yang mendominasi ruangan adalah display-display kaca berisi mayat tanpa kulit yang diawetkan.
Lalu mimpi saya berakhir di situ. Sejak itu saya selalu berpikir, pasti menarik kalau benar-benar ada tempat seperti itu.
Dan ternyata memang ada! Tapi berhubung yang saya temukan tidak ada yang di Indonesia (mungkin saya kurang teliti sih) saya harus sabar dengan melihat gambar-gambarnya di internet saja. Tapi itu saja sudah membuat saya senang.
Sebenarnya sudah pernah ada yang mengadakan pameran seperti ini di Indonesia, sialnya saya kelewatan, baru tahu setelah pamerannya selesai.. OTL
Labels: candi, gunung, museum, rumah, tempat terbengkalai

0 Comments:
Post a Comment
<< Home