The Memory of an Old School
Bukan, ini bukan kisah kasih di sekolah.Jadi ceritanya, saya mimpi tentang seorang detektif kedatangan beberapa klien yang meminta dia menyelidiki kasus hantu di sekolah anak-anak mereka.
Sang detektif sebenarnya tidak percaya hantu, tetapi menyanggupi permintaan klien-kliennya karena tidak tahan kecerewetan ibu-ibu (^^;). jadilah ia pergi ke sekolah yang dimaksud.
Sekolah itu tampak udah tua banget dari segi desain sampe kondisi bangunannya sendiri, sampe tahap si detektif merasa bingung kok bangunan setua ini masih ada yang tega menggunakan.
Si detektif masuk begitu aja, di dalam dia melihat aktivitas sekolah pada umumnya, tapi kadang di beberapa tempat suasana bisa mendadak menjadi sepi, atau kadang lewat murid-murid dengan seragam desain lama.
Tapi karena si detektif tidak percaya hantu, ia mengacuhkannya.
Lalu dia bertemu dengan satu anak perempuan yang mengenali dia sebagai detektif. Anak perempuan ini mengaku ingin menjadi detektif dan telah menyelidiki sekolah ini. Tetapi karena ribut dan menyusahkan, si detektif menyuruh anak ini menyelidiki di tempat lain.
Si detektif lalu mencoba masuk satu kelas, ternyata kelas itu penuh dengan murid yang duduk dengan tertib. Si detektif bingung karena dia mengira kelas itu kosong, jadi dia berlagak menjadi guru. Ternyata kelas itu kelas musik dan si detektif tidak bisa baca not balok, si detektif terus dipelototi murid-murid sampai dia bisa membaca not-not itu dengan benar.
Lalu si detektif iseng, dia bilang pada murid-murid itu, "Jadi, siapa yang mau coba menyanyi di depan?" ada beberapa murid berdiri dan berjalan ke depan untuk mencoba, tetapi salah satu murid tersandung sesuatu sampai jatuh dan ketika murid itu jatuh seluruh murid di kelas itu langsung hancur menjadi debu di depan mata si detektif.
Pada saat itu, si anak sok detektif berhasil menyusul si detektif. Karena mulai stress, si detektif akhirnya menyeret si anak keluar dan meminta informasi dari dia saja.
Setelah keluar, si detektif meminta diantar ke kantin. Ia memesan makanan tetapi malah dikasih satu piring berisi batu. Waktu si detektif komplain, di counter kantin sudah tidak ada apa-apa, bahkan sepertinya kantin itu sudah tidak dipakai bertahun-tahun.
Akhirnya di detektif menyerah, dan meminta informasi (dan sebagian isi bekal) dari si anak perempuan.
Si anak ini ternyata udah lama banget menyelidiki sekolah ini. Menurut dia, sekolah ini memang sekolah yang udah tua banget, dan jaman dulu sekolah ini memang termasuk sekolah angker, di mana-mana selalu ada penampakan bahkan di siang hari, sesuai dengan isi komplain klien-klien si detektif.
Si cewek juga bilang, awalnya sekolah itu mau dipertahankan tetap aktif, karena bangunan tua seperti itu biasanya bakal dirubuhkan atau diganti bangunan lain kalau tidak digunakan. Tetapi para orangtua murid kukuh tidak mau anak-anaknya sekolah di sekolah berhantu. Lama-kelamaan murid di sana semakin sedikit, bangunan itupun semakin tua dan akhirnya sekolah itu ditutup dan bangunannya sekarang sudah tidak digunakan lagi.
Sejak sekolah itu ditutup, penampakannya malah semakin banyak. Selain penampakan hantu, orang sekitar juga kadang melihat pemandangan anak-anak sekolah keluar dari sekolah itu, atau kegiatan-kegiatan di kelas, bahkan pemerintah kota masih sering kedatangan "tamu" yang komplain soal sekolah itu, seperti pada masa ketika sekolah itu masih aktif.
Sepertinya memori si sekolah ini kuat sekali sampai-sampai bisa ada penampakan yang sanggup lari-lari ke kantor detektif dan pemerintah kota.
Mungkin memang sekolah itu tidak mau dirubuhkan.. Karena itu selalu ada penampakan, seperti ingin membuktikan bahwa tempat itu masih hidup.
Mimpi ini belum berakhir. saya mimpi saya bangun terus pergi ke kampus. Di kampus saya ketemu Zisa (temen saya) dan saya langsung cerita tentang mimpi ini ke dia dan dia langsung bilang "Kita bikin komiknya yuk!"
Baru akhirnya saya bangun setelah stress di mimpi karena asisten-asisten lain bikin salah melulu pas ngerjain komik. Bayangin dong, saya minta ngapus coret-coretan dia malah ngapus sketsa utamanya. O_O
Labels: azisa noor, bangun dalam mimpi, detektif, penampakan, sekolah

0 Comments:
Post a Comment
<< Home