Revenge of the Alchemist's Daughter
(isi cerita mimpi belum tentu sekeren judulnya)Di suatu tempat, nun jauh di sana (yang pasti sih di dalam mimpi, hahahaha), tersebutlah negeri di mana semua orang bisa menjadi bangsawan. Syaratnya simpel, dia hanya harus mengikuti ujian khusus dan jika lulus statusnya akan naik menjadi status bangsawan.
Para bangsawan mendukung ujian ini, jadi mereka menyediakan rumah (read: kastil O_O) untuk tempat tinggal para peserta. Rumah yang tersedia pun bermacam-macam, ada yang hanya kastil kosong berdebu (bangsawan meminjamkan rumahnya yang sudah tidak terpakai), ada juga yang mendapat kastil besar dan harus berbagi dengan peserta lain, kalau beruntung bisa juga mendapat kastil yang masih bagus dengan segala perabot dan fasilitasnya.
Tersebutlah seorang pemuda polos, yang mendapat undangan untuk mengikuti ujian itu. Dalam ujian ini dia mendapatkan teman seorang bangsawan yang juga mengikuti ujian ini (anak bangsawan boleh ikut ujian, mungkin untuk menaikkan prestise keluarganya). Si polos datang dari tempat yang jauh sehingga dia amat senang mendapatkan teman di sana.
Si polos mendapatkan kastil besar yang hanya bisa dipakai sendirian, lengkap dengan segala perabot dan beragam fasilitasnya. Konon kastil itu tadinya milik seorang alkemis yang meninggalkan tempat itu sejak kematian putrinya. Si anak bangsawan pun berkomentar bahwa si polos ini beruntung, karena si anak bangsawan terpaksa berbagi tempat dengan peserta lain.
Jadilah dengan sangat gembira si polos mengeksplorasi kastil itu. Dia menemukan perpustakaan, laboratorium, halaman luas penuh dengan patung-patung, ruangan tidur yang masih nyaman walaupun sudah lama ditinggalkan..
Keesokan harinya, si anak bangsawan mengunjungi si polos. Dia bilang mau menginap di tempat si polos saja karena dia tidak tahan berbagi dengan terlalu banyak orang. Si polos lalu cerita, waktu dia ngoprek-ngoprek kastil itu dia menemukan benda-benda aneh dengan nama si anak bangsawan tertera di sana.
Si anak bangsawan penasaran, dia menanyakan di mana saja ada benda-benda aneh itu dan sudah diapakan saja benda-benda itu.
Si polos bilang, di tiap benda yang dia temukan selalu ada instruksi sederhana yang sepertinya berpengaruh pada benda lainnya, dan si polos dengan polosnya mengikuti seluruh instruksi yang ada.
Si anak bangsawan mulai panik, ia langsung meminta si polos untuk menceritakan detil instruksi yang ia ikuti sampai terakhir. Mereka mangikuti seluruh instruksi yang ada sampai mereka menemukan sebuah patung raksasa, satu-satunya benda yang tidak bertuliskan nama si anak bangsawan.
Sejak itu si anak bangsawan tidak pernah terlihat lagi.
Belakangan, si polos akhirnya tahu bahwa seluruh instruksi itu memang dimaksudkan untuk membunuh si anak bangsawan.
Jadi ternyata, si anak bangsawan ini dulu dijodohkan dengan anak si alkemis. Si anak bangsawan sebenarnya cuma mengincar uang si alkemis dan berniat membunuh si cewek supaya dia yang mewarisi harta si alkemis nantinya. Si anak bangsawan mencoba membunuh si anak alkemis dengan cara memasukkan jebakan-jebakan (racun, mekanisme-mekanisme tersembunyi dll) di dalam hadiah-hadiahnya untuk si cewek ini, termasuk di dalamnya patung-patung raksasa yang sekarang dipajang di halaman.
Tetapi si anak alkemis meninggal sebelum mereka menikah, sehingga si anak bangsawan tidak kebagian harta si alkemis. Si alkemis memberikan semua hartanya untuk dimanfaatkan penyelenggara ujian bangsawan, lalu pergi entah ke mana.
Rupanya, sebelum meninggal si anak alkemis sudah tahu bahwa si anak bangsawan berusaha membunuh dia, sehingga dia juga menyiapkan jebakan-jebakan alkemis untuk si anak bangsawan. Dia tahu ada kemungkinan dia akan dibunuh sebelum jebakan-jebakannya sempat dijalankan sehingga dia meninggalkan instruksi agar orang yang menemukan jebakan buatannya bisa menyalakannya dan membunuh si anak bangsawan.
Dan memang benar, si anak alkemis meninggal tepat setelah jebakannya selesai karena dia secara tidak sengaja menyalakan jebakan dari si anak bangsawan yaitu patung raksasa yang ditemukan si polos setelah.. menyalakan instruksi-instruksi yang ternyata jebakan milik si anak alkemis.
Pada saat itu si anak bangsawan tidak tahu bahwa si anak alkemis sudah menyediakan jebakan untuknya. Kalau si polos ga ngoprek-ngoprek rumah (kastil!!!) itu mungkin sekarang si anak bangsawan masih ada, melanjutkan ujiannya.
Ini kalo ga salah inget mimpi yah, tapi saya yakin sempet ngeliat si anak bangsawan lari-lari dikejar sejenis plasma deh di akhir mimpi saya. Mungkin jebakan-jebakannya si anak alkemis berhasil ke-trigger semua. ^^;
Labels: alkimis, balas dendam, bangsawan, pembunuhan, rumah lama, ujian

0 Comments:
Post a Comment
<< Home